Artikel › Renungan  
Sabtu, 26 September 2015
Bertumbuh dalam Iman
Ruslan Christian
Bertumbuh dalam Iman


“Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan” (1 Petrus 2:1)


Bacaan: 1 Petrus 2:1-3


           Beberapa tahun lalu, pernah sebuah koran lokal memuat berita “Menipu Rp 4 M, Tokoh Agama Diadili.” Tokoh agama yang dimaksud namanya memakai “Petrus,” nama seorang murid Yesus. Kasus yang mirip demikian sudah cukup banyak dan dianggap “biasa” oleh khalayak dan mungkin juga bagi umat kristiani. Hal demikian tentu dapat menghalangi kesaksian orang percaya di tengah dunia ini. Memang keselamatan adalah soal pemilihan Allah. Namun dalam hal kesaksian, orang percaya dipanggil sebagai garam dan terang dunia. Apa yang salah dalam perkara ini? Ada dua kemungkinan utama dalam hal ini. Pertama, orang-orang demikian cuma menjadi Kristen secara nominal (nama saja) namun tidak memiliki Kristus dalam hidupnya. Dengan kata lain “orang Kristen palsu”.  Kedua, orang Kristen demikian tidak bertumbuh dalam imannya sekalipun ia telah lahir baru dan percaya kepada Yesus.  
          Nas ini mengajarkan agar kita terus bertumbuh dalam iman kita. Bagaimana langkah konkret pertumbuhan tersebut? Rasul Petrus memberikan dua prinsip sederhana. Pertama, agar kita membuang segala kejahatan. Ini berarti menyucikan diri dari segala macam pencemaran spiritual dengan tidak lagi mengenakan gaya hidup lama seperti sebelum percaya kepada Kristus. Hal yang dibuang meliputi: segala kejahatan (roh yang suka kejahatan), segala tipu muslihat (ketidakjujuran yang disengaja), segala macam kemunafikan (kepura-puraan dalam kesalehan dan kasih), kedengkian (ketidakpuasan yang menimbulkan kebencian) dan fitnah (melukai orang lain demi keuntungan diri sendiri). Kedua, selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani. Air susu yang murni dan rohani tersebut adalah firman Tuhan. Melalui firman Tuhan maka hati dan pikiran kita dapat disucikan. Keinginan terhadap firman Tuhan bukan keinginan yang sekedar saja, melainkan keinginan dengan intensitas tinggi. Hanya melalui dua prinsip ini spiritualitas kita bisa bertumbuh.  
          Mari menghindarkan diri jadi orang Kristen yang nominal dan sebaliknya beriman kepada Yesus secara pribadi. Tidak menjadi orang Kristen yang mengenakan gaya hidup lama yang mencintai dosa, sebaliknya menjadi orang Kristen yang terus haus akan firmanNya.


Renungan:  Spiritualitas sejati bukan terletak pada label Kristen yang lahiriah melainkan pada batiniah yang memancar dalam kehidupan konkret.
 

Jangan Takut  Rabu, 28 Desember 2016
Lahir dari Anak Dara  Selasa, 23 Desember 2014
Iman dan Hati Nurani yang Murni  Minggu, 01 Desember 2013
Pembenaran Hanya oleh Iman  Jumat, 01 November 2013
Kerja  Senin, 11 Februari 2013
WAKTU  Jumat, 01 Februari 2013
Visi & Misi 
Ayat-Ayat 
    Allah, Dialah yang mengikat pinggangku dengan keperkasaan dan membuat jalanku rata;
    Mazmur 18:32
    Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;
    Mazmur 37:5
    Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;
    Amsal 3:7
    Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
    Yeremia 17:7
    Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!
    1 Korintus 16:13
    Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
    Amsal 3:5-6
    "Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!"
    2 Tawarikh 15:7
    "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."
    Matius 19:26
    Persembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
    Roma 12:1
    Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN!
    Mazmur 31:24
    Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
    I Korintus 13:4
    Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.
    1 Korintus 3:7
    Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
    Roma 8:28
Galeri 

  
 
 
Home

Profil GKA Trinitas

Sejarah GKA Trinitas

Visi dan Misi

Jadwal Kegiatan

Artikel

Artikel Khusus

Renungan

Warta Gereja

Galeri GKA Trinitas

Hubungi Kami

Warna Sari

Jl. Kayun 22 Surabaya
Telp. 031.532 2693, 546 8684
Fax. 031.547 4175
E-mail: tu@gkatrinitas.org


Copyright 2011 GKA Trinitas Surabaya. All Rghts reserved