Artikel › Renungan  
Minggu, 01 Desember 2013
Iman dan Hati Nurani yang Murni
Ruslan Christian
    Iman dan Hati Nurani yang Murni

“...supaya dikuatkan oleh nubuat itu engkau memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni" (1 Timotius 1:18)


Bacaan: 1 Timotius 1:18-20

          Kehidupan ini terdiri dari beragam dimensi, pilihan dan keputusan yang harus dilaksanakan. Namun sering manusia lebih memprioritaskan hal-hal sekunder daripada yang primer. Kesalahan ini juga tidak jarang terjadi dalam kehidupan orang Kristen, dalam lingkup pribadi, keluarga, maupun komunitas. Gereja asyik dengan kesibukan dan acara yang spektakuler, tetapi mengabaikan tugas pemberitaan Injil dan pemuridan. Asyik dengan kemegahan properti dan keagungan diri, namun mengabaikan pembinaan iman bagi warga jemaatnya. Tentunya masih banyak contoh lainnya. Arah gereja yang melenceng dampaknya memang tidak langsung dirasakan tetapi pasti dituai di masa yang akan datang.
          Paulus melayani tidak dengan arah dan prioritas sembarangan. Ia memberikan pembaruan perintah dari ayat 3 kepada Timotius yang diutus ke gereja di Efesus. Sebab saat itu jemaat yang pernah dibina Paulus ini sedang menghadapi para guru palsu. Pengutusan Timotius diteguhkan melalui nubuat, yakni firman Tuhan yang disampaikan orang-orang percaya yang bernubuat saat itu. Tuhan memakai cara khusus ini karena saat itu para rasul masih hidup dan kitab Perjanjian Baru belum terbentuk.
         Paulus menasehati Timotius agar terus berjuang dalam peperangan rohani tersebut. Ia memakai metafora militer karena Timotius sedang melawan para guru palsu yang menyesatkan jemaat. Ada dua hal yang
harus dipertahankan oleh Timotius: iman dan hati nurani yang murni. Perjuangan Timotius adalah untuk mempertahankan iman dan hati nurani yang murni, iman yang benar dan hidup yang benar. Pertama, iman apostolik. Stott mengatakan kata “iman” di sini, sekalipun tidak memakai kata sandang tertentu (the definite article),  hal ini berakhir pada akhir ayat ini, secara literal: ‘menderita karam akan iman itu (the faith).’ Jadi bagian pertama pun demikian maksudnya. Timotius harus menjaga dengan saksama harta objektif yang disebut “the faith,” berarti iman apostolik atau pokok ajaran yang disampaikan para rasul.  
         Kedua, Timotius harus mempertahankan hati nurani yang murni. “Hati nurani” dari kata Yun. syneidesis yang memiliki kata dasar yang berarti “saya tahu bersama dengan.” Hati nurani bersaksi tentang segala perbuatan, pikiran, dan sikap kita. Hati manusia yang licik, jahat dan melawan Allah disebut hati yang tidak bersunat (Yeh. 44:7). Sebab itu manusia memerlukan sunat batiniah atau sunat hati, yakni pembaharuan
batin atau hati. Bagaimana hal itu terjadi? Ini adalah tindakan anugerah Allah yang didasarkan pada karya Kristus di kayu salib. Melalui kelahiran baru oleh Roh Kudus yang didasarkan pada korban Kristus di kayu salib maka orang-orang berdosa disunat secara rohani (Gal. 5:2-3). Setelah kelahiran baru ini maka selanjutnya respon positif yang terus menerus harus kita berikan kepada firman Allah.
        Jadi iman dan perilaku, keyakinan dan hati nurani, intelektual dan moral, doktrin dan praktek merupakan satu kesatuan yang sangat penting dan harus dipertahankan. Mari hidup dengan iman dan hati nurani yang
benar dan murni.


Renungan: John Calvin mengatakan, "Hati nurani yang buruk adalah ibu dari semua ajaran sesat."
 

Jangan Takut  Rabu, 28 Desember 2016
Bertumbuh dalam Iman  Sabtu, 26 September 2015
Lahir dari Anak Dara  Selasa, 23 Desember 2014
Pembenaran Hanya oleh Iman  Jumat, 01 November 2013
Kerja  Senin, 11 Februari 2013
WAKTU  Jumat, 01 Februari 2013
Visi & Misi 
Ayat-Ayat 
    Allah, Dialah yang mengikat pinggangku dengan keperkasaan dan membuat jalanku rata;
    Mazmur 18:32
    Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;
    Mazmur 37:5
    Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;
    Amsal 3:7
    Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
    Yeremia 17:7
    Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!
    1 Korintus 16:13
    Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
    Amsal 3:5-6
    "Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!"
    2 Tawarikh 15:7
    "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."
    Matius 19:26
    Persembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
    Roma 12:1
    Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN!
    Mazmur 31:24
    Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
    I Korintus 13:4
    Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.
    1 Korintus 3:7
    Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
    Roma 8:28
Galeri 

  
 
 
Home

Profil GKA Trinitas

Sejarah GKA Trinitas

Visi dan Misi

Jadwal Kegiatan

Artikel

Artikel Khusus

Renungan

Warta Gereja

Galeri GKA Trinitas

Hubungi Kami

Warna Sari

Jl. Kayun 22 Surabaya
Telp. 031.532 2693, 546 8684
Fax. 031.547 4175
E-mail: tu@gkatrinitas.org


Copyright 2011 GKA Trinitas Surabaya. All Rghts reserved