Artikel › Renungan  
Jumat, 12 April 2013
Anak Manusia Datang untuk Memberikan NyawaNya
Ruslan Christian
Anak Manusia Datang untuk Memberikan NyawaNya

“Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Markus 10:45)


Bacaan: Markus 10:35-45

         “Melayani..melayani...melayani...” adalah ungkapan yang sangat akrab dalam pelbagai bidang saat ini, khususnya di kalangan orang Kristen. Namun sejujurnya, ungkapan ini, bersama jargon-jargon Kristen lainnya seperti “shalom,” “puji Tuhan,” “Haleluyah,” cenderung menjadi kata-kata klise dan tidak bermakna Sebaliknya, semangat hidup zaman ini: “aku, diriku, kepunyaanku, untukku” lebih dominan sebagai gaya hidup zaman, trnasuk di antara orang-orang percaya.  
         Nas ini menceritakan bahwa Yakobus dan Yohanes datang mendekati Yesus. Injil Matius mengatakan bahwa Salome, ibu mereka, juga ikut mengajukan permintaan untuk kedudukan kedua anaknya dalam kerajaan Yesus kelak. Permintaan mereka untuk duduk dalam kemuliaanNya, di sebelah kanan dan kiri, mengandung makna tempat terhormat dan penuh kuasa. Perkataan Yesus dalam ayat 42 menunjukkan bahwa cara berpikir mereka percis orang tidak percaya. Ternyata bukan hanya kedua murid itu yang egois menuruti spirit dunia ini, tetapi juga kesepuluh murid lainnya yang iri hati dan marah (ayat 41). Bukankah manusia zaman ini - termasuk banyak orang Kristen - juga hidup berpusat pada diri sendiri dan tidak peduli terhadap Tuhan dan sesamanya?
         Bagaimana respon Yesus atas permintaan egonsentris para murid tersebut? Tuhan menjelaskan kontras antara kerajaan-kerajaan di dunia ini dan KerajaanNya (ayat 42). Dalam kerajaan dunia ini – pada saat itu adalah para penguasa dalam kekaisaran Romawi – kaisar dan pejabat tingginya memerintah dengan tangan besi karena mereka hanya mencari kuasa dan kenikmatan diri belaka. Sebaliknya, Yesus mengajarkan bahwa di dalam KerajaanNya, yang menjadi “besar” dan “terkemuka” adalah mereka yang menjadi pelayan atau hamba untuk semuanya (ayat 43-44). Pernyataan ini menunjukkan pelayan rumah tangga dan budak yang kegiatannya tidak diarahkan pada diri sendiri, melainkan pada orang lain. Ajaran Yesus tentang pemimpin bertolakbelakang dengan konsep dunia, bukan kedudukan atau kebesaran yang penting, melainkan tugas atau pelayanannya. Hanya melalui melayani seseorang menjadi besar. Melayani karena kasih dan perintah Yesus. Yesus sendiri menjadi model utama bagi kita. Ia adalah  Hamba TUHAN yang datang sebagai “budak” untuk menggenapi rencana Allah dengan “memberikan nyawaNya,” sebagai “tebusan bagi banyak orang,” yakni kita, umatNya.  
         Kita dipanggil untuk diselamatkan dan mengikuti teladanNya. Melayani bukan berarti mengikuti kemauan orang banyak dan bersifat murahan, melainkan melayani demi kepentingan orang banyak sesuai kehendakNya, dan untuk memuliakan Dia.

         Renungan: Jika setiap kita terus belajar melayani seperti Tuhan Yesus, maka komunitas Kristen, mulai dari keluarga hingga gereja secara luas akan menjadi saksi-saksiNya di tengah dunia ini dan menjadi berkat bagi banyak orang.
 

Jangan Takut  Rabu, 28 Desember 2016
Bertumbuh dalam Iman  Sabtu, 26 September 2015
Lahir dari Anak Dara  Selasa, 23 Desember 2014
Iman dan Hati Nurani yang Murni  Minggu, 01 Desember 2013
Pembenaran Hanya oleh Iman  Jumat, 01 November 2013
Kerja  Senin, 11 Februari 2013
WAKTU  Jumat, 01 Februari 2013
Visi & Misi 
Ayat-Ayat 
    Allah, Dialah yang mengikat pinggangku dengan keperkasaan dan membuat jalanku rata;
    Mazmur 18:32
    Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;
    Mazmur 37:5
    Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;
    Amsal 3:7
    Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
    Yeremia 17:7
    Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!
    1 Korintus 16:13
    Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
    Amsal 3:5-6
    "Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!"
    2 Tawarikh 15:7
    "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."
    Matius 19:26
    Persembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
    Roma 12:1
    Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN!
    Mazmur 31:24
    Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
    I Korintus 13:4
    Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.
    1 Korintus 3:7
    Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
    Roma 8:28
Galeri 

  
 
 
Home

Profil GKA Trinitas

Sejarah GKA Trinitas

Visi dan Misi

Jadwal Kegiatan

Artikel

Artikel Khusus

Renungan

Warta Gereja

Galeri GKA Trinitas

Hubungi Kami

Warna Sari

Jl. Kayun 22 Surabaya
Telp. 031.532 2693, 546 8684
Fax. 031.547 4175
E-mail: tu@gkatrinitas.org


Copyright 2011 GKA Trinitas Surabaya. All Rghts reserved