Artikel › Renungan  
Kamis, 11 April 2013
Sukacita dan Kemuraman dalam Kehidupan
Ruslan Christian
Sukacita dan Kemuraman dalam Kehidupan


“Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai” (Mazmur 126:5)


Bacaan: Mazmur 126:1-6

         Setelah kejatuhan manusia ke dalam dosa maka kehidupan anak-anak manusia diwarnai dengan sukacita dan kemuraman. Realita ini tidak dapat dihindarkan oleh manusia yang hidup di muka bumi ini. Namun sebagian orang berupaya menyangkal realita ini, misalnya, para penganjur berpikir positif (positive thinking) yang menekankan melulu hal positif dan mengabaikan sisi negatif dalam hidup ini. Memang Alkitab mengajarkan agar kita berpikir positif (Fil. 4:8), namun tidak menyuruh kita menutup mata terhadap adanya kejahatan dan penderitaan dalam dunia berdosa ini. Hidup di tengah dunia yang terbelenggu oleh dosa selalu diwarnai oleh sukacita dan kemuraman.
         Mazmur 126 ini dibagi ke dalam dua stanza, yakni: sukacita di masa lampau karena pertolongan TUHAN (1-3) dan kesukaran pada masa kini serta pengharapan sukacita di masa mendatang karena pertolongan Tuhan (4-6). Mengapa pemazmur bersukacita atas masa lampau mereka? Karena umat Israel ini dapat kembali ke tanah airnya setelah menjadi bangsa terbuang selama 70 tahun (ayat 1). Bangsa-bangsa di sekeliling merekapun takjub akan peristiwa ini (ayat 2). Sebab itu mereka berseru “TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita” (ayat 3).
         Namun bagaimana kehidupan kekinian mereka setelah kembali dari pembuangan? Apakah semua persoalan mereka menjadi hilang? Tidak. Dalam perjalanan imannya, tantangan dan penderitaan sedang mereka hadapi. Mereka merasa bagaikan di gurun Negev yang panas, tandus, dan tidak nyaman. Sebab itu ia berdoa, “Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN,..” (ayat 4). Sukacita yang pernah mereka nikmati di masa lalu telah sirna. Namun pemazmur tidak berhenti pada keluh-kesah dan keputusasaan, melainkan mata hatinya tetap tertuju dan berharap kepada TUHAN. Ia bertekad untuk tetap berharap kepada TUHAN dan berpegang pada kebenaranNya. Ia berpegang pada prinsip bahwa masa panen dialami setelah kerja yang sukar, menabur dan menanti (ayat 5-6). Hasilnya adalah mereka “pasti pulang dengan bersorak-sorai.”  
         Bukankah hidup kita demikian juga? Saat kita mengingat pertolongan TUHAN di masa lampau (saat kita beriman kepada Kristus, mengalami mukjijat, pertolongan, dan kemurahanNya), maka hati kita penuh dengan sukacita dan pujian bagiNya. Namun kita juga harus jujur bahwa di dalam kehidupan ini kita tidak pernah lepas dari berbagai problematika. Namun dalam menghadapi hari-hari muram dalam hidup ini kita tidak boleh dikalahkan oleh keputusasaan, melainkan tetap dan terus menerus bersandar kepadaNya. Niscaya kita akan mengalami kemenangan dan sukacita setelah tetap setia dan bertekun dalam firmanNya. Menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Ini adalah janji firmanNya bagi kita. Bagian kita adalah bertekun mengikuti Dia dan bagian TUHAN adalah memberkati kita pada akhirnya.

         Renungan:  Hidup ini tidak selalu dipenuhi oleh sukacita, tetapi juga dukacita. Mari senantiasa bergantung kepada Dia yang sanggup mengubah hidup ini menjadi penuh kepuasan serta pujian kepadaNya. 
 

Jangan Takut  Rabu, 28 Desember 2016
Bertumbuh dalam Iman  Sabtu, 26 September 2015
Lahir dari Anak Dara  Selasa, 23 Desember 2014
Iman dan Hati Nurani yang Murni  Minggu, 01 Desember 2013
Pembenaran Hanya oleh Iman  Jumat, 01 November 2013
Kerja  Senin, 11 Februari 2013
WAKTU  Jumat, 01 Februari 2013
Visi & Misi 
Ayat-Ayat 
    Allah, Dialah yang mengikat pinggangku dengan keperkasaan dan membuat jalanku rata;
    Mazmur 18:32
    Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;
    Mazmur 37:5
    Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;
    Amsal 3:7
    Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
    Yeremia 17:7
    Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!
    1 Korintus 16:13
    Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
    Amsal 3:5-6
    "Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!"
    2 Tawarikh 15:7
    "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."
    Matius 19:26
    Persembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
    Roma 12:1
    Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN!
    Mazmur 31:24
    Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
    I Korintus 13:4
    Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.
    1 Korintus 3:7
    Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
    Roma 8:28
Galeri 

  
 
 
Home

Profil GKA Trinitas

Sejarah GKA Trinitas

Visi dan Misi

Jadwal Kegiatan

Artikel

Artikel Khusus

Renungan

Warta Gereja

Galeri GKA Trinitas

Hubungi Kami

Warna Sari

Jl. Kayun 22 Surabaya
Telp. 031.532 2693, 546 8684
Fax. 031.547 4175
E-mail: tu@gkatrinitas.org


Copyright 2011 GKA Trinitas Surabaya. All Rghts reserved