Artikel › Renungan  
Senin, 11 Februari 2013
Kerja
Ruslan Christian
Kerja

“Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi" (Kejadian 1:28)


Bacaan: Kejadian 1:28

       Bekerja merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan kita dan menyita sebagian besar waktu kita di dunia ini. Hari demi hari, minggu demi minggu, dan tahun demi tahun sampai menghembuskan nafas yang terakhir, kita dipanggil untuk bekerja dan berkarya di tengah dunia ini.
       Dengan menyadari signifikansi kerja maka sangat penting bagi kita untuk memiliki falsafah yang benar tentang kerja. Sebab wawasan yang tertanam di dalam hati kita – entah itu benar atau salah - akan mempengaruhi sikap dan praktek kita dalam bekerja. Selanjutnya juga akan mempengaruhi tanggapan kita terhadap hidup ini dan etos kerja kita.
       Orang yang menganggap kerja sebagai akibat kejatuhan manusia dalam dosa akan melihat kerja sebagai hal yang negatif dan menyiksa diri. Selanjutnya, mentalitas demikian mendorong terwujudnya kerja yang asal-asalan dan tidak termotivasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru dan berarti. Akibat lainnya, akan mencari jalan pintas dan suka menerabas untuk meraih keuntungan dengan menghalalkan segala cara, misalnya korupsi, manipulasi, melawan hukum, dan lain sebagainya.
       Bagaimana pandangan Alkitab tentang kerja? Alkitab melihat kerja sebagai hal yang positif. Panggilan bekerja tidak diberikan sesudah kejatuhan manusia ke dalam dosa, melainkan sebelum dosa masuk dan merusak hidup manusia beserta seisi dunia ini. Allah menciptakan manusia untuk berkarya di tengah dunia ini. Allah adalah Allah Pekerja. Dia adalah sang Pencipta (Kej. 1:1), Pemelihara (Ibr. 1:3), Penebus (Yoh. 3:16), dan Hakim yang akan mengakhiri sejarah umat manusia.
       Selain itu Alkitab mengajarkan bahwa manusia dicipta menurut gambar dan rupa Allah (Kej. 1:26-27; 9:6; Yak. 3:9) yang berarti keberadaan manusia berasal dari Allah, mirip dengan Allah, untuk menaati dan memuliakan Allah. Jadi kerja merupakan bagian hakiki manusia sebagai makhluk yang dicipta menurut gambar dan rupa Allah. Sejak awalnya manusia dicipta sebagai makhluk pekerja dan karena itu diberi perintah oleh Allah untuk bekerja (Kej. 1:28-29).
       Namun Alkitab juga dengan jelas dan tegas menentang materialisme, cara pandang-semesta yang menempatkan penumpukan barang-barang atau materi sebagai tujuan utama dan satu-satunya dalam kehidupan ini. Sebaliknya, Alkitab juga menolak spiritualisme ekstrim yang menganggap hanya nilai-nilai rohaniah saja yang patut dicari dan mengabaikan aspek jasmaniah dalam kehidupan ini. Manusia berdimensi jasmaniah-rohaniah sehingga kerja juga merupakan ibadah kita kepada Allah.
       Marilah menghadapi hari-hari yang sarat dengan tugas-tugas yang harus diselesaikan. Memang kita bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup ini, namun patutlah dengan senang hati sebab bekerja merupakan panggilan kita sebagai ciptaanNya. Bekerja dengan motif yang lebih tinggi, yakni menjadi berkat bagi sesama kita dan memuliakan Allah melalui karya yang diberkatiNya.   
      
Renungan:  Dorothy Sayers mengatakan, “yang terutama dalam pekerjaan bukanlah melakukan sesuatu untuk hidup, tetapi sesuatu yang dikerjakan oleh seseorang yang hidup.”      
 

Jangan Takut  Rabu, 28 Desember 2016
Bertumbuh dalam Iman  Sabtu, 26 September 2015
Lahir dari Anak Dara  Selasa, 23 Desember 2014
Iman dan Hati Nurani yang Murni  Minggu, 01 Desember 2013
Pembenaran Hanya oleh Iman  Jumat, 01 November 2013
WAKTU  Jumat, 01 Februari 2013
Visi & Misi 
Ayat-Ayat 
    Allah, Dialah yang mengikat pinggangku dengan keperkasaan dan membuat jalanku rata;
    Mazmur 18:32
    Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;
    Mazmur 37:5
    Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;
    Amsal 3:7
    Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
    Yeremia 17:7
    Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!
    1 Korintus 16:13
    Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
    Amsal 3:5-6
    "Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!"
    2 Tawarikh 15:7
    "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."
    Matius 19:26
    Persembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
    Roma 12:1
    Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN!
    Mazmur 31:24
    Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
    I Korintus 13:4
    Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.
    1 Korintus 3:7
    Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
    Roma 8:28
Galeri 

  
 
 
Home

Profil GKA Trinitas

Sejarah GKA Trinitas

Visi dan Misi

Jadwal Kegiatan

Artikel

Artikel Khusus

Renungan

Warta Gereja

Galeri GKA Trinitas

Hubungi Kami

Warna Sari

Jl. Kayun 22 Surabaya
Telp. 031.532 2693, 546 8684
Fax. 031.547 4175
E-mail: tu@gkatrinitas.org


Copyright 2011 GKA Trinitas Surabaya. All Rghts reserved