Artikel › Renungan  
Jumat, 01 Februari 2013
WAKTU
Ruslan Christian
WAKTU

“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana” (Mazmur 90:12)


Bacaan: Mazmur 90:1-6

      Tahun 2012 sudah berlalu untuk selama-lamanya dan kita tidak mungkin dapat kembali ke dalamnya. Sekalipun kita ingin membelinya dengan seluruh harta yang kita miliki, bahkan jika mungkin, dengan seluruh kekayaan di muka bumi ini, “waktu” yang telah berlalu itu tidak mungkin dapat diulang kembali. Menit-menit yang kita lalui di tahun lampau sudah berlalu dan tidak akan terulang kembali. Sekarang kita memasuki Tahun Baru yang baru, hamparan waktu yang masih panjang di depan kita.
       Mazmur 90:2 memakai kata Ibrani "Olam" (Yun. Aion) yang berarti selama-lamanya. Kata ini menunjuk waktu yang panjang, jauh, lama, redup, untuk masa yang akan datang berarti kekal. Kata ini dikenakan untuk Allah. Sebaliknya, hidup kita ini singkat, fana dan berlalunya terburu-buru. Mazmur 90:5-6 melukiskan bahwa hidup kita singkat bagaikan mimpi dan rumput yang tumbuh dengan cepat, lalu cepat pula berlalu. Ayub 7:7 mengatakan bahwa hidup kita bagaikan "hembusan nafas." Ini dari kata "menghembus" atau "bernafas." Dua kali hal ini diungkapkan dalam Ayub pasal 7. Ayub 7:6 mengatakan cepatnya hidup kita berlalu melebihi torak (kumparan untuk menenun). Nas lain mengatakan lebih cepat dari pelari (Ayub 9:25), bagai bayang-bayang (Ayub 14:2), asap, dsb.
       Kita berada dalam tirani waktu dan sejarah umat manusia juga berada dalam waktu, namun Allah Sang Pencipta waktu tidak terikat oleh waktu, bahkan mengontrol waktu. Orang Yunani melihat waktu sebagai kuasa yang tidak terelakkan dan menentukan kehidupannya. Siapakah raja dan penguasa yang dapat melawan waktu? Kerajaan dan negara manakah yang dapat bertahan selama-lamanya? Kecantikan dan kegagahan manusia yang manakah mampu melawan waktu? Kuasa dan popularitas siapakah yang kuat membendung arus waktu? Tidak ada. Kita berelasi dengan waktu, dibelenggu oleh waktu dan dibatasi oleh waktu.
       Puji Tuhan, Kristus, Sang Pencipta waktu dan Penguasa atas waktu rela datang ke dunia dan membatasi diriNya dalam waktu untuk menjadi tebusan bagi kita yang terbelenggu dalam dosa. Akibat dosa maka kehidupan nenek moyang kita yang pertama dan segenap keturunannya, termasuk kita, dibatasi oleh waktu dengan adanya kematian. Namun melalui penebusan dari Kristus kita beroleh hidup kekal, hidup yang memiliki kualitas dari Allah dan berelasi dengan Allah untuk selama-lamanya. Kehidupan jasmaniah kita di bumi memang masih dibatasi oleh waktu dan kematian. Namun itu adalah pembatasan yang sementara dan sekunder.
       Sebab itu, jika Anda belum diperdamaikan dengan Allah melalui Kristus, sekaranglah waktunya untuk percaya kepadaNya. Bagi kita yang telah beriman kepada Kristus, tirani waktu atas diri kita lagi membatasi kita untuk beribadah kepadaNya, melayani dan memuliakan Dia. Di dalam waktu yang berisi “kesempatan” (kairos) untuk melakukan kehendakNya, lakukanlah dengan segera. Entah itu dalam lingkup pribadi, keluarga, komunitas gerejawi, masyarakat, maupun relasi dengan Tuhan. Renggutlah kesempatan-kesempatan yang Tuhan sediakan di tahun yang baru ini. Selamat menapaki tahun yang baru.

Renungan:  Sekalipun kita berada dalam tirani waktu, kita dapat mengalahkannya dengan mengisi waktu untuk melakukan kehendakNya.    
 
 

Jangan Takut  Rabu, 28 Desember 2016
Bertumbuh dalam Iman  Sabtu, 26 September 2015
Lahir dari Anak Dara  Selasa, 23 Desember 2014
Iman dan Hati Nurani yang Murni  Minggu, 01 Desember 2013
Pembenaran Hanya oleh Iman  Jumat, 01 November 2013
Kerja  Senin, 11 Februari 2013
Visi & Misi 
Ayat-Ayat 
    Allah, Dialah yang mengikat pinggangku dengan keperkasaan dan membuat jalanku rata;
    Mazmur 18:32
    Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;
    Mazmur 37:5
    Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;
    Amsal 3:7
    Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
    Yeremia 17:7
    Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!
    1 Korintus 16:13
    Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
    Amsal 3:5-6
    "Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!"
    2 Tawarikh 15:7
    "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."
    Matius 19:26
    Persembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
    Roma 12:1
    Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN!
    Mazmur 31:24
    Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
    I Korintus 13:4
    Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.
    1 Korintus 3:7
    Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
    Roma 8:28
Galeri 

  
 
 
Home

Profil GKA Trinitas

Sejarah GKA Trinitas

Visi dan Misi

Jadwal Kegiatan

Artikel

Artikel Khusus

Renungan

Warta Gereja

Galeri GKA Trinitas

Hubungi Kami

Warna Sari

Jl. Kayun 22 Surabaya
Telp. 031.532 2693, 546 8684
Fax. 031.547 4175
E-mail: tu@gkatrinitas.org


Copyright 2011 GKA Trinitas Surabaya. All Rghts reserved