Artikel › Renungan  
Jumat, 01 November 2013
Pembenaran Hanya oleh Iman
Ruslan Christian
Pembenaran Hanya oleh Iman


Bacaan: Roma 1:16-17

     Menurut Douglas J. Moo, nas yang padat dengan makna theologis ini terbentuk dari 4 anak kalimat yang terkait (bersubordinat), dimana setiap anak kalimat mendukung atau mengiluminasi anak kalimat sebelumnya. 1). Paulus memiliki “keyakinan yang kokoh dalam Injil” sebagai alasan ia rindu memberitakan Injil di Roma (ayat 15). 2). Keyakinan yang kokoh ini berakar pada “Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya” atau Injil memediasi kuasa Allah untuk setiap orang percaya. 3). Mengapa Injil berkuasa menyelamatkan orang berdosa? Jawabannya, “sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah,” yakni menunjuk “tindakan Allah” untuk membenarkan orang
berdosa berdasarkan korban Kristus. 4). Kebenaran di atas telah dikonfirmasi oleh firman Allah dari kitab Habakuk: “orang benar akan hidup oleh iman.”
     “Pembenaran hanya oleh iman” adalah ajaran yang menjadi prinsip penuntun dari pemikiran Luther dan batu penjuru theologia Reformasi. John Calvin memandang bahwa doktrin pembenaran hanya oleh iman sangat krusial menjadi “dasar yang prinsipiil.”
      Sebagai keturunan Adam, kita adalah orang-orang berdosa, berada dalam murka Allah, dan pasti mengalami hukuman kekal di neraka. Namun karena anugerahNya, Allah membenarkan kita berdasarkan karya Kristus di kayu salib.
      Bagaimana caranya agar kita dapat dibenarkan di hadapan pengadilan Allah? Menurut Calvin hanya ada dua jalan. Pertama, melalui kesempurnaan perbuatan kita yang dapat memuaskan keadilan Allah. Kedua, dibenarkan hanya oleh iman kepada Kristus dan sama sekali di luar pebuatan baik kita. Hanya dengan iman bersandar pada kebenaran Kristus sehingga kita tampak benar di hadapan Allah. Jalan pertama mustahil sebab kita adalah orang berdosa. Hanya jalan kedua saja yang dapat menyelamatkan kita. Allah menyatakan seseorang benar hanya jika orang itu “memiliki kebenaran.” Kebenaran tersebut bukan secara “inherent” (melekat karena sifat kita), melainkan karena “imputasi” (memperhitungkan
sebagai benar berdasarkan perbuatan atau pribadi di luar diri kita) kebenaran Kristus.  
      Alkitab memakai metafora tentang mengenakan pakaian untuk menunjukkan imputasi. Alkitab menyatakan orang berdosa sebagai “telanjang dan memalukan” atau mengenakan “kain kotor.” Ingat Adam dan Hawa. Gambaran tentang “mengenakan” sering menunjuk pada penebusan (Zak. 3:1-5). Dalam Perjanjian Baru, Kristus menjadi kebenaran kita (Rom. 13:14).
      Dengan melimpahkan atau memperhitungkan kebenaran Kristus kepada kita orang berdosa, Allah memperhitungkan kita sebagai orang benar. Kita “bagai” secara inheren benar, sekalipun secara inheren tidak benar. Kita “diperhitungkan” atau “dipandang” benar karena kebenaran Kristus dikenakan bagi kita. Ini yang dimaksudkan Luther dengan pernyataan, “pada saat yang sama benar dan berdosa” (simul iustus et peccator). Ini pandangan legal hukum di hadapan Allah.
      Puji Tuhan atas anugerah Allah yang tidak terukur tersebut. Kita tidak mungkin dapat membalas kasihNya tersebut Namun dengan anugerah dan pertolonganNya, kita harus belajar untuk terus mengasihi, menaati dan mempermuliakan Dia dalam hidup kita sehari-hari.

      Renungan:  Kita yang telah dibenarkan oleh iman di dalam Kristus selayaknya lah hidup benar di hadapanNya.  

Oleh: Pdt. Ruslan Christian  
 

Jangan Takut  Rabu, 28 Desember 2016
Bertumbuh dalam Iman  Sabtu, 26 September 2015
Lahir dari Anak Dara  Selasa, 23 Desember 2014
Iman dan Hati Nurani yang Murni  Minggu, 01 Desember 2013
Kerja  Senin, 11 Februari 2013
WAKTU  Jumat, 01 Februari 2013
Visi & Misi 
Ayat-Ayat 
    Allah, Dialah yang mengikat pinggangku dengan keperkasaan dan membuat jalanku rata;
    Mazmur 18:32
    Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;
    Mazmur 37:5
    Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;
    Amsal 3:7
    Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
    Yeremia 17:7
    Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!
    1 Korintus 16:13
    Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
    Amsal 3:5-6
    "Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!"
    2 Tawarikh 15:7
    "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."
    Matius 19:26
    Persembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
    Roma 12:1
    Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN!
    Mazmur 31:24
    Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
    I Korintus 13:4
    Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.
    1 Korintus 3:7
    Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
    Roma 8:28
Galeri 

  
 
 
Home

Profil GKA Trinitas

Sejarah GKA Trinitas

Visi dan Misi

Jadwal Kegiatan

Artikel

Artikel Khusus

Renungan

Warta Gereja

Galeri GKA Trinitas

Hubungi Kami

Warna Sari

Jl. Kayun 22 Surabaya
Telp. 031.532 2693, 546 8684
Fax. 031.547 4175
E-mail: tu@gkatrinitas.org


Copyright 2011 GKA Trinitas Surabaya. All Rghts reserved