Artikel › Renungan  
Rabu, 28 Desember 2016
Jangan Takut
Ruslan Christian
Jangan Takut

“Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa…” (Lukas 2:10)


Bacaan: Lukas 2:8-14

   Sebagai manusia berdosa dan hidup dalam dunia yang berdosa, kita selalu diliputi bermacam-macam ketakutan, takut terhadap terhadap kesendirian, permusuhan, orang asing, bencana, penderitaan, penyakit, usia tua, dan lain sebagainya. Alkitab tidak mengajarkan bahwa kita harus bebas sepenuhnya dari rasa takut, tetapi kita tidak boleh terus menerus dikuasai rasa takut. Di dalam Tuhan kita memiliki potensi untuk mengusir ketakutan yang mencengkeram kehidupan kita.
   Para gembala sebagai gambaran diri kita. Pertama, mereka hidup dalam rutinitas yang sia-sia. Para gembala “menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam” (2:8). Mereka tenggelam dalam rutinitas hidup menjaga kawanan ternaknya.  Pagi, siang dan malam hanya diisi rutinitas menggembalakan ternak. Inilah kehidupan sia-sia di bawah matahari. Kedua, mereka adalah kaum yang tersisihkan. Mereka “..tinggal di padang” sebagai kaum yang dianggap paling hina dan dianggap tidak layak untuk seremonial keagamaan dan tidak diijinkan tinggal dalam kota. Setelah nenek moyang kita jatuh dalam dosa maka kita hidup dalam keterasingan satu terhadap lainnya. Ketiga, terus menerus hidup dalam ancaman bahaya. Para gembala selalu berada dalam ancaman bahaya baik terhadap kawanan ternaknya maupun nyawa mereka. Demikian pula kehidupan kita, selalu berada dalam ancaman dosa, kuasa gelap, dan penderitaan.
   Kabar yang mengusir ketakutan. Kedatangan Kristus ke dunia memberi potensi bagi kita untuk mengatasi rasa takut. Pertama, kehadiran Allah. Sekalipun kita melihat dunia ini rutinitas belaka, namun Allah yang berdaulat tetap berkarya dalam sejarah manusia. Kehadiran Allah yang disertai kemuliaanNya “bersinar meliputi mereka.“ KehadiranNya menimbulkan kegentaran tetapi sekaligus mengusir ketakutan. Kedua, firmanNya. Firman Tuhan disampaikan oleh seorang malaikat kepada para gembala dan  memberi penjelasan makna penampakan ajaib tersebut dan memberi ketenteraman hati. Ketiga, pribadi Kristus. Dia adalah “Juruselamat…Kristus dan Tuhan.” Ialah Sang Mesias yang akan menyelamatkan umatNya. Ia datang terutama untuk membebaskan kita dari dosa dan hukumannya. PribadiNya Kristus saja yang sanggup memberi keselamatan dan ketenteraman bagi jiwa kita.
   Kabar untuk diwartakan. Berita tentang kedatangan Yesus ke dunia bukanlah semata-mata bagi para gembala saat natal pertama. Setelah mereka menemui bayi Yesus maka mereka mewartakannya kepada “semua orang,” yakni orang-orang lain, selain Yusuf dan Maria. Demikian pula kita yang telah menerima Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan selayaknya kita memberitakan InjilNya kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan.
   Kita bersyukur karena melalui kedatangan Tuhan Yesus maka kita mendapat pengampunan dosa dan keselamatan. Kita memiliki potensi mengatasi rasa takut akan maut, hidup yang akan datang dan hidup di dunia kini-di sini. Bagian kita dalam  mengatasi ketakutan di tengah dunia ini adalah dengan bersandar pada Tuhan dan firmanNya. Maranata, amin.

 Renungan: Ketakutan dapat diatasi dengan takut akan Tuhan.

Pdt. Ruslan Christian

Bertumbuh dalam Iman  Sabtu, 26 September 2015
Lahir dari Anak Dara  Selasa, 23 Desember 2014
Iman dan Hati Nurani yang Murni  Minggu, 01 Desember 2013
Pembenaran Hanya oleh Iman  Jumat, 01 November 2013
Kerja  Senin, 11 Februari 2013
WAKTU  Jumat, 01 Februari 2013
Visi & Misi 
Ayat-Ayat 
    Allah, Dialah yang mengikat pinggangku dengan keperkasaan dan membuat jalanku rata;
    Mazmur 18:32
    Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;
    Mazmur 37:5
    Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;
    Amsal 3:7
    Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
    Yeremia 17:7
    Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!
    1 Korintus 16:13
    Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
    Amsal 3:5-6
    "Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!"
    2 Tawarikh 15:7
    "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."
    Matius 19:26
    Persembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
    Roma 12:1
    Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN!
    Mazmur 31:24
    Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
    I Korintus 13:4
    Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.
    1 Korintus 3:7
    Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
    Roma 8:28
Galeri 

  
 
 
Home

Profil GKA Trinitas

Sejarah GKA Trinitas

Visi dan Misi

Jadwal Kegiatan

Artikel

Artikel Khusus

Renungan

Warta Gereja

Galeri GKA Trinitas

Hubungi Kami

Warna Sari

Jl. Kayun 22 Surabaya
Telp. 031.532 2693, 546 8684
Fax. 031.547 4175
E-mail: tu@gkatrinitas.org


Copyright 2011 GKA Trinitas Surabaya. All Rghts reserved