Artikel › Artikel Khusus  
Sabtu, 26 September 2015
Nyanyian Kemenangan
Pdt. Ruslan Christian
Nyanyian Kemenangan
Keluaran 15:1-21

Pdt. Ruslan Christian

          Momen peresmian gedung ibadah Gereja Kristen Abdiel Trinitas (GKA Trinitas) Surabaya yang selesai direnovasi tahun ini (2015) merupakan satu tonggak sejarah yang penting dalam perjalanan sejarahnya sebab renovasi ini terjadi setelah kurang lebih tigapuluh tahun gedung gereja ini didirikan. Ucapan syukur kepada Tuhan merupakan ungkapan yang tepat untuk momen bersejarah ini, sekaligus suatu pengalaman yang meneriakkan “nyanyian kemenangan” atas penyertaan TUHAN.   
         Berbagai bagian Alkitab, khususnya mazmur yang bersifat pujian, patut menjadi sumber perenungan dalam kebaktian peresmian gedung GKA Trinitas ini. Nyanyian pujian yang merupakan nyanyian kemenangan umat Israel dan umat TUHAN masa kini karena pengalaman pertolongan dari TUHAN.    
         Pujian setiap orang beriman kepada TUHAN (1-3). Nyanyian pujian ini merupakan respon seketika Musa dan bangsa Israel setelah mengalami keselamatan dari TUHAN. Puji-pujian ini merupakan ajakan bagi umat TUHAN di sepanjang masa untuk meninggikan namaNya. Sebab itu nyanyian ini sangat populer bagi umatNya dari generasi ke generasi. Kitab Keluaran ini kemungkinan ditulis oleh Musa pada akhir masa hidupnya yang 120 tahun. Sedangkan lagu pujian ini muncul pada saat ia berusia sekitar 80 tahun, segera setelah peristiwa keluaran. Nyanyian kemenangan ini terbentuk secara spontan dan segera setelah bangsa Israel mengalami keselamatan yang ajaib. Miriam, kakak Musa, segera pula mengajarkannya kepada kaum wanita Israel (20-21) sehingga nyanyian ini menjadi sangat populer dan terus dikenang oleh bangsa Israel dari generasi ke generasi.
         TUHAN disebut “tinggi luhur” karena beragam tulah atas Mesir, kemenangan di Laut Merah dan kebesaranNya atas para ilah Mesir. Alkitab bukan hanya menolak iman yang politeis tapi juga menyatakan keunggulan TUHAN atas segala sesuatu yang menjadi sesembahan. KebesaranNya dinyatakan dengan menenggelamkan kuda dan para pengendara kereta perang Mesir.
         Musa dan umat Israel menyatakan “TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku” untuk menunjukkan ketidakberdayaan menghadapi berbagai kesukaran dalam kehidupan mereka. TUHAN telah menyatakan keselamatanNya. Sebab itu ada pengakuan secara personal dan pujian kepadaNya.
         TUHAN bukan hanya satu-satunya Allah sejati dan unggul atas segalanya, tetapi Ia juga berperang melawan musuh umatNya. Sebab itu mereka bernyanyi “TUHAN itu pahlawan perang; TUHAN, itulah nama-Nya.” Umat Israel hanya bekas budak, kecil dan lemah. Mereka dapat muncul sebagai suatu bangsa semata-mata karena anugerah TUHAN yang menyelamatkan mereka. TUHAN mengikat perjanjian dengan mereka di Gunung Sinai dimana TUHAN menjadi Tuhan mereka dan mereka menjadi umatNya. Mereka selalu dimusuhi bangsa-bangsa sekelilingnya (bd. 17:8-16) dan tidak memiliki sekutu, namun TUHAN menjadi pahlawan perang mereka!
         Kita dapat menyanyikan pujian yang tulus kepada TUHAN karena didorong oleh keselamatan yang telah dialami dalam Kristus. Semua itu dimulai dari inisiatif dan karya TUHAN saja, bukan karena kemauan dan jasa kita. Semua berdasarkan korban penebusan Kristus.
         Nyanyian ini juga mengajarkan bahwa dalam kelemahan kita kuasa TUHAN menjadi nyata. Dalam ketidakberdayaan kita maka kehadiran TUHAN menjadi riil dalam kehidupan praktis. Sebaliknya di dalam kemegahan dan kekuatan kita, kita tidak akan melihat dan merasakan kuasa TUHAN karena kita tidak merasa memerlukan Dia.
         Keselamatan dari TUHAN (4-10). Kekuatan yang sangat mengagumkan dari Mesir dihancurkan oleh TUHAN. Para tentara Mesir ini bukan pasukan cadangan, melainkan pasukan terbaik dari Mesir. Sedangkan Mesir pada saat itu merupakan kekuatan militer terkuat dunia. Firaun tidak ikut di dalamnya sebab ia kembali saat tiang awan menghalangi pasukan Mesir yang ingin menghancurkan umat Israel. Air samudera membenamkan pasukan khusus tersebut dan mereka tenggelam bagaikan batu. Lalu tubuh-tubuh yang tenggelam itu muncul kembali sebagai mayat-mayat yang menggelembung di pantai (14:30). Siapakah yang melakukan itu? “Tangan kanan-Mu, TUHAN, mulia karena kekuasaan-Mu.” TUHAN yang mahakuasa yang melakukannya.
         Ungkapan “Engkau meruntuhkan siapa yang bangkit menentang Engkau; Engkau melepaskan api murka-Mu” (7) menyatakan bahwa TUHAN selalu menghancurkan orang-orang yang melawanNya. TUHAN yang adil dan murka terhadap kejahatan tetapi juga panjang sabar dan menanti pertobatan orang-orang berdosa. Ia sabar terhadap Mesir paling tidak selama delapan puluh tahun (sebelum kelahiran Musa, Israel telah ditindas).
         “Karena nafas hidung-Mu segala air naik bertimbun-timbun; segala aliran berdiri tegak seperti bendungan” (8) menunjuk pada mukjijat dimana air laut yang bergelombang terbelah akibat kekuatan angin yang berasal dari TUHAN (nafas hidungNya). Ada yang menafsirkan peristiwa ini terjadi pada laut yang dangkal, tetapi kata “di tengah-tengah laut” yang berarti “dalam,” meruntuhkan pandangan tersebut. Pasukan Mesir, sebagaimana kelaziman zaman itu, menginginkan jarahan jika mereka dapat menaklukkan Israel. Dengan nafsu besar mereka berhasrat menghancurkan Israel dan menganggap hal itu mudah dilaksanakan. Namun yang terjadi sebaliknya, mereka dihancurkan oleh TUHAN (9).
          Kita patut senantiasa bersyukur atas keselamatan kekal di dalam Kristus. Melalui kematian dan kebangkitan Yesus maka kita dapat dibebaskan dari kuasa dosa, maut dan Iblis. Keselamatan merupakan kedaulatan dan anugerah TUHAN bagi umat pilihanNya.
          Kebesaran dan Kebaikan TUHAN (11-16a). Tidak ada yang seperti TUHAN. Kesucian adalah kualitas milikNya. Ia bertindak secara teratur dan konstan dimana tidak ada manusia atau makhluk lain dapat meniruNya. Dalam peristiwa Keluaran, Musa yang mengangkat tangan (14:21), namun sesungguhnya TUHAN yang bertindak (12). Jadi apa yang dilakukan Musa merupakan tindakan TUHAN.
          Dampak dari pembebasan umat Israel oleh TUHAN adalah “bangsa-bangsa mendengarnya, merekapun menggigil” (14-16b). Ayat ini menyimpulkan efek terhadap bangsa-bangsa sekitarnya, mereka cemas dan takut jika kaum Israel memasuki Kanaan sekalipun mereka unggul dari segi teknologi dan militer. Bangsa-bangsa di tanah Kanaan mustahil ditaklukkan oleh Israel kecuali atas pertolongan dan tindakan dari TUHAN. Salah satu cara TUHAN memerangi mereka adalah dengan menimbulkan ketakutan psikologis, membuat mereka salah menduga tentang kekuatan Israel.
          Keamanan Umat TUHAN (16b-18). Umat TUHAN patut merasa aman di dalam Dia sebab TUHAN yang menciptakan umatNya dan memiliki mereka (16b). Pada peristiwa penciptaan, TUHAN yang menciptakan manusia. Setelah kejatuhan manusia ke dalam dosa maka TUHAN segera mewahyukan rencana keselamatan bagi umatNya. Selanjutnya TUHAN memilih Abraham sebagai bapa orang beriman. Israel merupakan umat pilihanNya secara jasmani. Namun sesungguhnya umatNya secara rohani dalam Kristus yang menjadi umat sejati (Rom. 9:6), yakni gerejaNya. Akhirnya pada kedatangan Kristus kedua kalinya umatNya akan tinggal bersama denganNya selama-lamanya di sorga.
          Dengan ungkapan “TUHAN memerintah kekal selama-lamanya” (18) menunjuk kepada keunggulan TUHAN atas segala keberadaan dan kuasa. Ia menyatakan namaNya “Yahweh” untuk membedakanNya dari segala ilah.
          Dalam dunia ini kita tidak memiliki tempat dan jaminan keamanan yang pasti. Pencobaan, permusuhan, penderitaan, penganiayaan, penyakit, kematian dan lain sebagainya membuat kita tidak aman sepenuhnya di dunia ini. Namun di dalam Kristus  ada penyertaanNya dalam kehidupan sehari-hari dan keamanan sempurna di sorga kelak.    
          Pujian dari generasi ke generasi (19-21). Sebagai nabiah, Miriam setia menyampaikan firman Allah yang diterimanya secara lisan untuk diteruskan  kepada sekelompok orang Israel atau seluruh bangsa itu. Bisa juga mengacu pada perannya dalam menyampaikan firman Allah melalui nyanyian ini.
          Pelestarian peristiwa sejarah melalui nyanyian sudah lazim pada masa itu (Hak. 5:1, 11; Bil. 21:17; 1 Sam 21:11; 2 Sam 1:17–27; 3:33; 22:1). Miriam mengajarkannya kepada wanita-wanita Israel dalam bentuk nyanyian. Dengan demikian seluruh keturunan umatNya mengenal peristiwa keluaran yang menakjubkan ini.
          Peresmian gedung gereja yang telah direnovasi,  pada tanggal 22 September 2015 ini, merupakan salah satu bukti kebaikan TUHAN bagi GKA Trinitas. Hal ini patut kita syukuri. Namun melampaui hal ini kita bersyukur atas keselamatan dalam Kristus dan pemeliharaan TUHAN atas GKA Trinitas. Ini merupakan “nyanyian kemenangan” atas keselamatan dan pemeliharaanNya di dalam suka-duka dari hari ke hari dalam kehidupan ini. Semoga Tuhan memberkati kita semua. Amin.
 

Natal: Sebuah Kabar Buruk  Rabu, 28 Desember 2016
Teladan Kesalehan Yusuf  Senin, 22 Desember 2014
Datang Menyembah Dia  Kamis, 27 Desember 2012
Pemikiran Calvin mengenai Kitab Suci  Jumat, 02 November 2012
Visi & Misi 
Ayat-Ayat 
    Allah, Dialah yang mengikat pinggangku dengan keperkasaan dan membuat jalanku rata;
    Mazmur 18:32
    Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;
    Mazmur 37:5
    Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;
    Amsal 3:7
    Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
    Yeremia 17:7
    Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!
    1 Korintus 16:13
    Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
    Amsal 3:5-6
    "Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!"
    2 Tawarikh 15:7
    "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."
    Matius 19:26
    Persembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
    Roma 12:1
    Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN!
    Mazmur 31:24
    Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
    I Korintus 13:4
    Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.
    1 Korintus 3:7
    Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
    Roma 8:28
Galeri 

  
 
 
Home

Profil GKA Trinitas

Sejarah GKA Trinitas

Visi dan Misi

Jadwal Kegiatan

Artikel

Artikel Khusus

Renungan

Warta Gereja

Galeri GKA Trinitas

Hubungi Kami

Warna Sari

Jl. Kayun 22 Surabaya
Telp. 031.532 2693, 546 8684
Fax. 031.547 4175
E-mail: tu@gkatrinitas.org


Copyright 2011 GKA Trinitas Surabaya. All Rghts reserved